proyek yang saya canangkan dalam hidup saya, yakni membina parabunda agar bisa menulis dan menerbitkan minimal satu buku dalam hidupnya yang dipersembahkan untuk anak tercintanya.
Tampilkan postingan dengan label pelatihan menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelatihan menulis. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Agustus 2010

(2) Meidya Derni





Meidya Derni mengikuti pelatihan menulis bacaan anak dari Benny Rhamdani pada 2008. Saat itu Meidya bersama sejumlah anggota Forum Lingkar Pena Cabang Amerika dan Canada mengikuti pelatihan Online, melalui YM dan mailinglist.


Penulis yang kini bermukin di AS ini mengaku mendapatkan banyak tip, saran dan contoh yang dibagikan dari pelatihan penulisan cerita anak tersebut.

Apa kelebihan yang paling dirasakan dari pelatihan tersebut?

"Beliau mau mengkritiki tulisan kita dengan cara yang berani, nggak malu-malu karena takut penulisnya tersinggung," jelas Meidya.


Meidya merasa senang mengikuti pelatihan tersebut. "Ya, semakin banyak ilmu yang diperoleh, dan semakin terpacu untuk terus menulis," kata penulis beberapa buku parenting ini.

Dua buku bacaan anak yang ditulisnya setelah pelatihan tersebut di antaranya Menyampaikan Titipan dan Princess Adila.

Komentar Meidya tentang program 1001 Bunda Menulis Buku Anak," Sangat baik, jika ibu berprestasi maka akan membuat anak bersemangat untuk mencapai prestasinya."

(MD)

(1) Beby Haryanti Dewi


Beby Haryanti Dewi mengikuti pelatihan menulis bacaan anak pada 2006 melalui online. Saat itu Benny Rhamdani membuka kelas khusus di blogfam.com dan chatting di YM.

Apa yang Anda dapatkan dari pelatihan tersebut?

"Wah, banyak! Dapet kenalan dan dilatih sama Pak Guru Benny yg notabene penulis terkenal, dapet ilmu, dapet teman seperjuangan, dapet link ke penerbit Mizan, dan tentunya buku saya bisa diterbitkan," ujar Beby.

Pelatihan tersebut membuat penulis asal aceh ini jadi tambah pede menulis, jadi tahan banting dan tahan kritik. "Abis kritikan Kang Benny puedesss tapi nikmaaat... hehehe," ujar Bebby yang merasa jadi cepat pintar nulis dengan cara mengajar yang asyik, to the point, dan dibimbing sampai benar-benar bisa.


Dengan diterbitkannya karya hasil pelatihan, Beby pun merasa senang. "Tentu, dong! Jadi tambah semangat dan gigih bersaing (keren2an tulisan) dgn teman-teman demi memikat hati Pak Guru. Oh ya, hidup juga jadi lebih hidup, soalnya nggak sabar nungguin Pak Guru online utk membantai naskah2 yg telah masuk," papar Bunda tiga anak yang pernah menetap di di Jerman dan Australia ini.

Sebelum mengikuti pelatihan tersebut, Beby telah memiliki karya yang diterbitkan dalam bentuk buku bacaan anak. Sebuah novel anak berjudul "Temanku Ternyata Pemakai", tapi hanya untuk memperkaya perpustakaan sekolah-sekolah.

Kini setelah pelatihan menulis, buku-buku bacaan anak yang ditulis Beby semakin bertaburan, seperti: Cica Cecak Yang Nakal, Amazing Fables, Kumpulan Dongeng Islami dari Tiga Benua, dan Dongeng Sains Tersesat di Gua Bunyi.

Tentang program 1001 Bunda Menulis Buku Anak, Beby berkomentar," Program yang bagus dan mulia banget. Karena setiap bunda tentu ingin bisa memberikan bacaan hasil karyanya sendiri kepada anaknya."

(bhd)

sumber lain: blogfam.com

Pelatihan Menulis Picture Book untuk Bunda I, 21-22 Agustus 2010



Pelatihan menulis di bulan puasa? Tadinya saya berpikir akan sulit mencari peminatnya. Apalagi acara ini digelar saat akhir pekan. Waktunya para Bunda menyiapkan ritual lebaran alias shopping. Tapi ternyata ada 15 peserta. Alhamdulillah. Tepatnya, acara ini digelar pada 21-22 Agustus 2010 di MP Book Point Jakarta.

Hari pertama peserta diberi materi dasar penulisan picture book, dilanjutkan dengan praktik langsung menulis picture book per individu. Hari ke2, mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok harus membuat konsep sebuah seri picture book, lalu mempresentasikannya.

Berikut catatan salah satu peserta,Indah Juli Sibarani:

Saya merasa puas dengan pelatihan itu. "Akhirnya ketemu juga dengan pelatihan yang benar-benar mengasyikkan," kata saya dalam hati. Dan saya merasa, para peserta pelatihan lainnya pun puas dengan pelatihan tersebut. Pelatihan yang tidak hanya sharing pengalaman dan chit chat penulisan, tetapi langsung mempraktekkan teori yang diterima. Bukankah itu yang diharapkan jika mengikuti pelatihan ? Praktek kerja nyata, hehehe.

Jumat, 13 Agustus 2010

1001 Bunda Menulis Buku Anak




Ini adalah proyek yang saya canangkan dalam hidup saya, yakni membina parabunda agar bisa menulis dan menerbitkan minimal satu buku dalam hidupnya yang dipersembahkan untuk anak tercintanya.

Dengan begitu, setiap bunda bisa memiliki kebanggaan menjadi penulis buku anak, dan menularkan kemampuan menulisnya kepada anak-anak.

Tidak muluk-muluk memang, tapi 1001 adalah jumlah yang mungkin sulit untuk dicapai, tapi tetap menyemangati saya setiap tahunnya.

Cara yang saya lakukan adalah dengan mengikutsertakan para bunda dalam sebuah pelatihan, baik on-line maupun tatap muka. Mereka diberikan tips dasar penulisan cerita, jenis-jenis cerita anak, hingga langsung praktik menulis dan self editing.

Ujungnya adalah karya mereka diterbitkan. Tentu saja oleh penerbit besar, sehingga bisa terjual luas.

Mudah-mudahan, misi ini bisa berjalan lancar.

Amin.